Emansipasi wanita, semakin hari istilah ini semakin sering saja didengar, di indonesia sendiri istilah ini terkenal sejak surat-surat R.A Kartini kepada sahabatnya di negeri Belanda, yang kemudian diangkat dalam sebuah buku yang berjudul "habis gelap terbitlah terang" yang diterjemahkan oleh armijn Pane.
Dimana surat-surat ini berisi keluh kesah Kartini akan keadaan kaum wanita dibangsanya, serta cita-citanya agar wanita indonesia mendapat pendidikan baca tulis seperti hal nya kaum lelaki...
Sehingga sampai hari ini sesuai dengan hari kelahirannya, maka setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari kartini...
Demam kartini pun tak hanya sampai pada tuntutan kaum wanita dalam memperoleh pendidikan baca tulis semata, melainkan merasuk kesegala sektor kehidupan, dengan kata lain wanita saat ini memiliki hak yang telah disetarakan dengan kaum lelaki termasuk dalam pemerintahan dimana tidak lagi ada larangan kepada wanita untuk menjadi bagian dari pemerintah termasuk menjadi pemimpin, buktinya di Indonesia sendiri presiden ke-5 nya adalah seorang wanita.
tak hanya di Indonesia, di dunia sendiri telah banyak wanita yang tampil sebagai pemimpin, bahkan mereka dipilih secara demokratis oleh rakyat karena dianggap layak.
Beberapa wanita yang menjadi pemimpin di dunia:
1. Indira Gandhi - Perdana Menteri India
Lahir ke India's politis berpengaruh keluarga Nehru, ia wanita pertama India Perdana Menteri. Berhidung keras pragmatis, ia memerintah negara dengan keteguhan dan tekad, keras dan mengambil keputusan-keputusan sulit bila diperlukan. Dia dibunuh oleh dua penjaga sendiri pada tahun 1984.
2. Margaret Thatcher - Perdana Menteri Britania Raya
Dijuluki "Wanita Besi" karena sikap keras nya melawan bekas Uni Soviet, ia memimpin negara melalui resesi dan tingkat pengangguran yang tinggi menjadi masa yang relatif kemakmuran, dan peningkatan dalam perawakannya di antara sesama bangsa-bangsa. Dia adalah wanita pertama yang memimpin sebuah partai politik besar di Britania Raya.
3. Benazir Bhutto - Perdana Menteri Pakistan
Putri Perdana Menteri Pakistan Zulfikar Ali Bhutto, ia memerintah dengan negara dari 1988-1990, dan 1993-1996. Dia dibunuh pada tahun 2007, selama kampanye pemilu. Secara luas diharapkan bahwa ia akan terus menjadi Perdana Menteri catatan masa jabatan ketiga.
4. Sirimavo Bandarnaike - Perdana Menteri Sri Lanka
Wanita pertama di seluruh dunia untuk menjadi Perdana Menteri sebuah negara, dia aturan Sri Lanka tiga kali, 1960-1965, 1970-1977 dan 1994 sampai 2000. Dia adalah kepala dari Partai Kebebasan Sri Lanka selama 40 tahun sampai kematiannya. Istilah nya melihat negara melihat-lihat melalui baik dan buruk kali, dan selama semester lalu ia lebih populer di luar negeri daripada dirinya di negerinya sendiri.
5. Perdana Menteri Australia, Julia Gillard
Setelah dia membantu kudeta Partai Buruh menggulingkan Perdana Menteri Kevin Rudd pada 24 Juni 2010, Julia Gillard kemudian menjadi Perdana Menteri perempuan pertama Australia. Tapi pada pemilihan 21 Agustus 2010, dia terbukti dapat meyakinkan partainya sendiri sekaligus saingannya, koalisi Liberal-Nasional yang dipimpin oleh Tony Abbott. Setelah negosiasi yang berlarut-larut dengan beberapa calon independen, Gillard akhirnya mendapat jaminan dari mayoritas parlemen sebanyak 76-74 untuk membentuk sebuah pemerintah minoritas.
6. Presiden Brasil, Dilma Rousseff
"Saya ingin orang tua yang memiliki anak perempuan memberitahu anaknya, 'Ya, wanita bisa,'" kata Dilma Rousseff dalam pidato kemenangan Pemilu Brasil, Oktober 2010. Ketika dia mengambil kendali negara demokrasi terbesar keempat di dunia pada 1 Januari 2011. Dia menjadi Presiden perempuan pertama di Amerika Selatan.
Sebagai mantan kepala staf Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, Rousseff berjanji akan melanjutkan program Lula. "Saya mengucapkan terima kasih khusus kepada Presiden Lula," katanya dalam pidato malam pemilihan. "Saya tahu bagaimana menghormati warisan, aku akan tahu bagaimana untuk mengkonsolidasikan dan maju dengan apa yang telah ia perbuat."
7. Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra.
Banyak yang mengkritik Yingluck Shinawatra, sebab dia menjadi Perdana Menteri (PM) tidak lebih karena dia adalah adik bungsu dari Perdana Menteri terguling Thaksin Shinawatra. Yingluck, yang belajar administrasi publik di Kentucky State University, menghabiskan sebagian besar masa dewasanya dengan bekerja di bisnis properti yang didirikan Thaksin.
Namun pada 17 Mei lalu ia menjadi terkenal setelah kelompok pro-Thaksin, Partai Pheu Thailand memilihnya sebagai pemimpin. Dua minggu kemudian, pada 3 Juli 2011, partai memilihnya menjadi PM dengan 265 suara dari 500 kursi parlemen yang ada. Dan pada 5 Agustus 2011 parlemen Thailand resmi mengukuhkan dia sebagai PM.
8.Perdana Menteri Bangladesh, Sheik Hasina Wajed
Sheik Hasina Wajed (63), pemimpin Liga Awami memiliki sejarah hidup sangat panjang. Selama kudeta 1975, 17 anggota keluarganya tewas, termasuk anaknya, tiga saudara, ibu dan ayahnya, yang merupakan mantan Perdana Menteri Sheikh Mujibur Rahman. Saat kudeta tersebut, Hasina, yang saat itu berusia 28 tahun kebetulan sedang berada di luar negeri.
Dia juga tercatat selamat dari serangan granat yang menewaskan lebih dari 20 orang dan menghindari tembakan saat mobilnya diberondong peluru.
Hasina pertama kali terpilih menjadi Perdana Menteri pada tahun 1996. Tapi pada tahun 2001, sebuah organisasi internasional menuduh negaranya sebagai negara terkorup di dunia. Dia pun terguling dari kekuasannya.
9.Presiden Lithuania, Dalia Grybauskaite
Setelah Dalia Grybauskaite berkuasa pada tahun 2009, wartawan Eropa langsung menyebutnya Perempuan Bertangan Besi. Karena kata-katanya cukup keras dan memegang ban hitam karate.
Putri seorang pramuniaga dan petugas listrik, Grybauskaite bekerja paruh waktu di pabrik sambil mendapatkan gelar PhD di bidang ekonomi. Dia kemudian menjadi Wakil Menteri Keuangan pada tahun 1999, sebelum akhirnya menjadi oposisi dalam Komisi Eropa.
Pada tahun 2009, saat Lithuania terperosok resesi ekonomi yang dalam, Grybauskaite fokus kampanye untuk melindungi orang-orang yang berpendapatan rendah dan menanggulangi pengangguran yang naik menjadi 16%.
Menjadi calon independen, ia menang dengan mayoritas suara 68%. Ini merupakan suara terbesar yang tercatat dalam sejarah pemilihan presiden Lithuania.
Beberapa nama diatas menjadi gambaran betapa berpengaruhnya konsep kesetaraan yang banyak dihembuskan para idealis barat dengan dalih "hak asasi manusia" yang anti diskriminasi
Yang menjadi dilema adalah bahwa terjadi perbedaan konsep antara konsep barat tersebut dengan ajaran islam, dimana islam menunjukkan adanya hukum yang berbeda antara laki-laki dan perempuan baik dalam peribadatan maupun di luar peribadatan...
Hal ini dibuktikan dengan beberapa dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah seperti:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. ” (QS. An Nisaa’ : 34)
Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Ahmad, Nasa’I dan Turmudzi. Bahwa Rasulullah bersabda:
Artinya:’tidak akan sukses (beruntung) suatu kaum yang menyerahkan (menguasakan)
urusan mereka kepada seorang perempuan”.
Serta masih banyak lagi dalil yang menunjukkan adanya perbedaan laki-laki dan perempuan serta larangan seorang perempuan diangkat menjadi pemimpin.
Hal ini dirasa sudah sangat jelas, namun masih saja konsep kesetaraan oleh barat diagung-agungkan, bahkan banyak pakar muslim ikut mendukung konsep tersebut dengan mencoba menjungkir balikkan makna dari Al-quran dan As-sunnah itu sendiri seperti (dikutip dari "tantangan penerapan syari'ah islam" oleh ahmad husnan)
"Seorang wanita bernama Dr. Amina Wudud yang merupakan profesor studi islam Virginia Commonwealth University, pernah menjadi imam dalam shalat jumat yang makmumnya terdiri dari laki-laki dan perempuan"
Perbedaan ini memang menjadi dilema bagi sebagian besar orang, namun seharusnya tidak bagi yang meyakini Islam sebagai pedoman hidupnya. Islam yang bersumber dari Al-quran dan As-sunnah seharusnya tidak ada keraguan didalamnya...
Allahu akbar
Barru 25 januari 2014
Miss Ambarwati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar