CERPEN



KETIKA IA PERGI
      
Hari ini hari pertamaku masuk di sebuah ruangan tempat dimana kebenaran harus di tegakkan dan ini tugas pertamaku setelah dua bulan lalu aku di wisuda sebagai seorang sarjana hukum yang sebelum hari itu aku menjalani hari- hariku sebagi seorang mahasiswa fakultas hukum di Universitas Hasanuddin Makassar rasanya menggelikan ketika aku  melihat papan namaku bertuliskan “ Muhammad  Taufik  SH” walau harus putar otak untuk merayu orang tuaku karena ketidaksetujuannya dengan keiginanku menjadi seorang pengacara  beliau mengatakan pengacara itu pekerjaan yang kurang baik karena harus sering-sering melenceng dari nilai-nilai agama maklum beliau sanagt menjungjung tinggi nilai-nilai agama
            Pada tugasku yang pertama ini aku berada pada pihak korban  aku dan kawan-kawan dari sebuah firma hukum akan membela seorang ibu yang kehilanagn anaknya karena keracunan makanan dan yang menjadi terdakwa adalah sebuah perusahaan makanan ringan yang menurut penelitian yang kami temukan terdapat zat-zat kimia berbahaya dalam produknya
            Namun keyakinan akan menang pupus sudah ketika ibu itu mengatakan “ anak saya tidak keracunan makanan karena saya tidak melihat adanya tanda-tanda keracunan melainkan anak saya memiliki penyakit pada ususnya sehingga dia muntah-muntah pada hari itu dan kebetulan baru saja ia mengkonsumsi makanan ringan tersebut”aku terpaku di tempat dudukku tak bisa melakukan apa-apa karena pada hari itu hasil leb produk pun belum juga keluar aku berpikir semua ini sudah di atur dengan begitu rapi  aku kalah yah aku kalah pada kesempatan pertamaku   aku harus menelang kekalahan yang entah bagaimana bisa mereka memutar balikkan fakta
            Aku pulang membawa kekalahanku. Rasa lelah, menyerah, dan pesimis seketika menyerangku. ”bagaimana sidangmu  berhasil ?
 Suara itu terdengar beberapa meter dari hadapanku sebuah pertanyaan yang keluar dari seorang gadis mungil, seorang gadis yang aku temui di sudut kota makassar dan kemudian menjadi temanku, sebagai seorang pendatang dari kampung ke kota besar seperti makassar rasanya akan begitu sulit  untuk beradaptasi tapi kebaikan dan keramahannya membuatku betah walaupun ia hanya seorang tukang bersih-bersih  di kompleks rumah kostku
            “kau tidak mendengarku, bagaimana dengan sidangmu hari ini?
       Ia kembali bertanya dan begitu bersemangat ingin tahu hasilnya .aku aku kalah .                   apa kok bisa padahal anak itu meninggal karena keracunan , dia sedikit tidak percaya .dari mana kau tahu bahwa dia benar -benar keracunan .aku balik bertanya .                                                                                                                                                                 
                          Oh,ti…tidak aku hanya sok tahu saja ,dia sedikit gugup tapi aku tidak mengerti kenapa.
             Ya sudahlah tidak usah dipikirkan aku yakin kamu pasti bisa membuktikan kalau mereka memang bersalah ,katanya meyakinkanku
             Tidak rasanya aku sudah tidak mau mengurus masalah itu lagi.
      Apa,apa kau menyerah dengan begitu mudahnya ,apa kau rela melihat korban berjatuhan karena kejahatan mereka suaranya sedikit meninggi .
             Dewi sudahlah kamu pulang kan sudah sore .
         Ya sudah aku pulang dulu ya, kemudian dia keluar dari pintu gerbang rumahku.
          Oh,ya besok aku ijin ,katanya dengan berterik di depan gerbang tapi aku tak menghiraukannya ,karena masih begitu lelah.
             Sudah beberapa hari dewi tak bekerja di kompleks,dari kemarin aku tidak melihatnya kangen juga tidak melihat tingkah nakalnya,ia pun tak menghubungi.
             
                                                              *     *      *
Kriing,halo dengan m.taufik disini,taufik bisakah kita bertemu dikantor sekarang ,aneh kenapa tiba tiba rahmat ingin menemuiku.
            Ada apa,apakah ada perkembangan?tanyaku, ya aku mendengar dari orang yang kita tempatkan di perusahaan tersebut bahwa ada seorang gadis yang  juga anak karyawan yang bekerja di sana mengancam akan membongkar semua kejahatan yg telah di buat perusahaan tersebut dan kuncinya ada pada karyawan mereka mengetahui segalanya dari proses produksi dan apa saja yang ada dalam produk tersebut.
                 Kalau begitu bagaimana kalau kita menemui gadis itu sekaligus dengan salah satu karyawan bagaimana?
           Iya aku setuju tapi di mana kita bisa mendapat alamat tersebut.
          Ini Rahmat memperlihatkan sebuah kertas yang berisi alamat salah satu karyawan .
         Pencarian  dimulai aku melewati jalan setapak di antara rumah-rumah kecildi pinggiran sungai  kota ,aku merasa pernah kesini ketika aku jalan-jalan kerumah dewi  tapi aku lupa lupa ingat .
           Dan ya aku dan rahmat menemukan alamat tersebut .tapi sungguh di luar dugaan kami mendengar bahwa gadis itu telah ditemukan tewas karena di aniaya orang tak di kenal menurut kesaksian masyarakat  penjahat itu mengincar tas nya tapi sebelum tas itu berhasil di bawa, orang-orang telah berkerumun  mereka kabur tapi nyawa gadis itu tak bisa di selamatkan
            Aku memperkenalkan diri sebagai seorang pengacara dan di beri kesempatan untuk melihat jenazah korban, seketika aku jatuh tersungkur, menahan nafas, dan air mata jatuh menitih, aku tidak percaya , ketika melihat  wajah gadis itu, ternyata aku sedang melihat wajah sahabatku “ dewi”  yang sudah diam seribu bahasa tidak seperti biasanya
            Kematiannya menjadi pukulan besar bagiku aku berusaha mencari tahu penyebab kematiannya . Hingga pada suatu hari  ibu dewi datang menemuiku dan memberikan sebuah tas
            Inilah yang dewi pertahankan hingga harus di bayar dengan nyawanya,sore itu dia pamit pergi ke kompleks untuk menemui temannya yang seorang pengacara ia mengatakan bahwa ia ingin menyerahkan surat- surat yang ada di dalam tas ini , namun rupanya ia  tidak bertemu dengan temannya itu, kata ibu dewi menjelaskan
             Setelah ibu dewi pergi, aku mencoba membuka tas itu, aku tidak tahu apa yang ingin  di sampaikan dewi kepadaku  dan ternyata dalam tas itu ada surat hasil leb produk makanan perusahaan yang membuktikan bahwa makanan tersebut  memang mengandung bahan kimia berbahaya
            Yang lebih membingunkan  dari mana dewi mendapatkan semua itu  dan tidak hanya itu  aku menemukan sebuah surat yang sepertinya ditujukan untukku

           
             Apakah maksud dari surat itu, dan dari mana ia mendapatkan bukti-bukti itu apakah ia mengatakan perasaannya.Mengapa aku tidak menyadari itu, sedangkan hatiku pun mengharapkan ia disisiku ,mungkinkah  semuanya sudah terlambat dan  ia benar-benar telah pergi ?


Created  by  auliah ambarwati  ‘nagh exact-one’

Oval: